Ide Tentang Konsep Haflah Khotmil Qur'an

00:30
Apa kabar semua ? ...
pada kesempatan kali ini saya akan mencoba mengklarifikasi Ide yang telah saya ikut sertakan dalam program "Berbagi Ide Untuk Pesantren". dulu Pernah ada seorang wali santri mengatakan "anak saya cepat banget ya ngajinya, baru kemaren ikut khataman juz'amma, tehun berikutnya ikut lagi".

Lalu ...

* Apa sih ide yang saya ajukan ?

Ide tersebut berkaitan dengan pelaksanaan acara haflah khotmil qur'an yang setiap tahun diadakan di lingkungan pesantren Al-hikmah, begitu juga pesantren-pesantren lainnya pun pasti ada satu acara haflah khotmil qur'an.


Kenapa saya mengajukan ide tersebut? berdasarkan pengalaman pertama kali saya belajar al-qur'an di pesantren yang tak jauh dari tempat tinggal saya, setelah sudah mencapai batas ketentuan ubtuk mengikuti khataman, maka di tahun pertama pun saya ikut serta dalam haflah tersebut, kemudian berlanjut untuk menyelesaikan sampai 30 juz, dan 2 tahun berikutnya pun saya sudah mencapai batas ketentuan sehingga ikut serta untuk kali kedua sebagai peserta bin nadzor ( 30 juz ).

Dari situ ada sesuatu yang sangat bermakna buat saya pribadi karena selama saya belajar membaca alqur'an, bisa istiqomah tetap pada satu ustadz (guru) dan alhamdulillah bisa menyelasikannya.Kemudian pesantren mengadakan acara syukuran yang biasa kita kenal di pesantren dengan  Haflah Khotmil Qur'an.

Akan tetapi saat mengenyam pendidikan di Alhikmah, belum pernah mengalami acara khotmil qur'an seperti di pesantren dulu, itu selama saya berada di alhikmah loh yah ...hehehe , belum tahu sekarang, hanya setahu saya sekarang cuma di pisah setiap tahunnya atau bergilir, semisal tahun sekarang peserta khotmil santri baru dan tahun depan giliran santri kelas 3. Mohon diluruskan jika ada yang keliru.

Melihat dulu ketika mengadakan haflah khotmil qur'an pasti sebelum bulan puasa, dikarenakan agar sedikit anggarannya bisa buat bisyarah para guru yang hanyan satu tahun sekali. Lah ... terus sekarang ? melihat rentan waktu yang sangat sempit, akhirnya waktu pelaksanaan pun bisa di undur setelah lebaran. Ehh .. betul nggak yah ... ? Insya Allah si betul .... hehe :).

Yang jadi pertannyaan saya memundurkan waktu pelaksnaan saja bisa, kenapa tidak sekalian konsepnya juga sedikit dirubah. Seperti yang Abah Masruri katakan haflah tersebut adalah tasyakuran. Pernah nggak kita merencanakan sesuatu seperti : "jika saya sudah khatam alqur'an, insya Allah saya akan mengadakan syukuran, dengan memotong ayam, atau ..... mau potong unta? atau mau potong ayam sawah?" :) . Pernah bukan ? :)

* Lantas Konsepnya Bagaimana ?

Konsepnya sih sama saja untuk pelaksanaan tinggal di tentukan bulan dan tanggalnya, hanya saja setiap santri yang ikut serta dalam haflah khotmil qur'an paling tidak harus mencapai batas ketentuan untuk bisa di ikut sertakan, tapi tetap melanjutkan sampai selesai. Jadi ketika santri tersebut menerima Syahadah ( sertifikat ) pun memang benar sudah menyelasaikan bacaan alqur'annya. Contoh konsep :

Persyaratan mengikuti haflah khotmil qur'an :

Peserta Juz'amma :
- Kelas 1 (santri baru)
- Minimal sudah sampai pada surat Al-Buruuj

Peserta Binnadzor / 30 juz:
- Kelas 2 / yang sudah menyelesaikan juzamma nya.
- Minimal sudah sampai pada juz 20 atau 25.

* Tujuannya ?

Terkait tujuan yang pasti dengan adanya konsep seperti itu, ada semangat santri untuk mengaji/membaca alqur'an.  Coba kalau seandainya semua alumni ditanya satu persatu, mungkin masih banyak yang selama di alhikmah tidak menyelesaikan bacaanya pada satu guru, atau paling tidak selesai 30 juz walaupun gurunya berbeda. Menurut saya tentang menyelesaikan kepada satu guru ini adalah poin yang sangat penting, karena dengan itu artinya ada nasab yang menghubungkan dari guru-guru kita.

Oiya .. nanti akan terlihat siapa-siapa santri yang rajin dan yang benar-benar rajin mengaji.

* Ada Dana nya nggak ?

Pastinya ada. Yang namanya acara sudah barang tentu untuk kelancaran dan kontribusi yang maksimal pasti butuh dana.Untuk konsumsi peserta, wali santri, tamu undangan, juga untuk biaya akomodasi dan lain-lain yang tidak saya sebutkan semuanya membutuhkan dana, dulu setiap peserta dikenakan biaya, konsep yang ini pun sama, hanya saja buat yang non-peserta ada sedikit iuran atau sumbangan yang ditetapkan oleh panitia. Berapapun nilai rupiah nya itu tergantung panitia / yayasan yang menentukan berapa biaya untuk peserta dan berapa nilai rupiah untuk yang bukan peserta.
 
Sekian Penjabaran dari ide yang saya ajukan.

Jika ide ini terlaksana, besar harapan dengan benar-benar rajinnya santri mengaji dan telah menghatamkan bacaan Al-Qur'annya tak ada lagi yang santri menelantarkan syahadah (sertifikat). Semangat santri untuk menyelesaikan mengkaji / membaca al-qur'an sampai 30 juz dihadapan seorang ustadz (guru).

Aamiin Ya Rabbal 'alamiin...

Artikel Menarik Sebelumnya :  Kerinduan Yang Tak Dapat Dibendung
Tulisan ide ini diikut sertakan dalam Giveaway "Berbagi Ide Untuk Pesantren"

Happy Blogging :)

give away ide for pesantren

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

11 comments

Write comments
May 11, 2014 delete

Subhanallah, semoga konsep ini mengkader generasi menjadi Umat Mulia...

Reply
avatar
May 11, 2014 delete

semoga terkabul mas,amin

Reply
avatar
May 11, 2014 delete

Mudahan bisa terkabull ya mass...

Reply
avatar
May 11, 2014 delete

In Shaa Allah bisa direalisasikan ya, Bang.. :)
Amiiiin

Reply
avatar
May 11, 2014 delete

aamiin ,,,,, jempol buat beby ... :x: hehe

Reply
avatar
May 12, 2014 delete

luar biasa ya kalau bisa khatam al qur'an dan hafidz, jadi pengen juga nih bisa rajin baca al qur'an ;)

Reply
avatar
May 18, 2014 delete

idenya luar niasa mas....sukses selalu :)

Reply
avatar
May 28, 2014 delete

Terima kasih atas partisipasi Anda dalam Giveaway "Berbagi Ide untuk Pesantren"

Salam damai, :)

Reply
avatar