Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Lafadz Mahabbah

21:58 19 Comments
Lafadz Mahabbah

Bismillahirrohmanirrohim ...
Dengan Basmalah jemariku berlenggok
Tinta pena sedikit demi sedikit memenuhi kertas hampa
Titik titik tinta menjadi untaian kata nan indah
Untaian kisah-kasih
Kisah cinta antara cucu adam dan hawa
 
Dengan Basmalah ku memulai menuang rasa pada goresanku
Goresan tak bermakna
Hanya luapan rasa yang kian melabuhi
 
Bismillahirrohmanirrohim
Akhii ... Ketika cinta hadir tanpa alasan pasti
Ketika raga kini terisi olehmu yang belum menjadi mahromku
Ketika do'aku kini tertuju padamu
 
Akankah Sang Pemilik Cinta meridhoi ini semua?
Ketakutanku semakin mendalam
Kegelisahaanku menjadi-jadi
Tatkala takutku akan membuatNya cemburu kerana rasaku padamu
 
Akhii ... Dengan memejam mataku, menjaga pandanganku
Demi menjaga kesucian cinta
Diatas sajadah ku tuang segala do'a
Agar do'a menjadi penghantar rindu
Rindu padamu yang ku sampaikan kepada Pemilikmu

Ikhlasku menggantungkan semua padaNya
PadaNya yang memiliki takdir

Cinta adalah salah satu kebesaranNya
Mencintaimu bukan suatu yang ku duga
Mencintaimu bukan suatu yang pernah ku bayangkan
Namun keranaNya, kini namamu terlukis dalam kepingan hati.
 
By. Rara

Cinta Murni

07:35 66 Comments
cinta murni
image: remajamodern.com

Ketika aku mencintaimu, kerana aqidahmu
Ketika aku menyayangimu, kerana tulusmu

Hanya mampu ku titip kau dalam kediamanku
Hanya mampu ku titip kau pada Penciptamu
Hanya mampu ku berserah tanpa mampu ku berharap

Keberadaan namumu kini, bukan kehendakku
Kau mampu hadir kerana Dia yang Memilikimu
Meski ku tak tahu apa namamu yang tertulis di lauhil mahfuzh bersamaku

Wahai calon imamku
Akalku setipis rambutku
Tebalkanlah itu dengan akhlaqmu
Aku hanyalah tulang rusuk yang mudah bengkok
Luruskanlah aku dengan sabar dan kasihmu 

Wahai adam
Ku titip cinta yang belum halal ini kepada-Nya
Begitupun dengan kau, titiplah cinta ini kepada-Nya
Biarlah istikhoroh yang menjadi penjawab

Hakikatnya cinta adalah fitrah,
jangan sampai ini menjadi fitnah

Percayalah, orang yang baik akan bersama orang yang baik
Begitulah ku mencintaimu dengan segala kesucian jiwa.

By. Rara

Maafku, Anakku

03:54 67 Comments
Maafku, Anakku


Belahan Jiwaku ...
Jika suatu saat nanti aku bersikap seperti anak kecil yang manja
Maafkanlah aku, kerana aku lemah untuk mengurusi diriku lagi
Jika suatu saat nanti aku membuatmu marah kerana ku harus mendengar sautanmu berkali-kali
Maafkanlah aku, kerana pendengaranku semakin melemah.

Sayang ...
Jika suatu saat nanti aroma tubuhku mengganggu penciumanmu
Maafkanlah aku, kerana tubuhku mulai tak sanggup menerima dinginnya air
Jika suatu saat nanti aku terus merengek untuk minta ditemani
Maafkanlah aku, kerana ku ku tak ingin jauh darimu

Buah Hatiku ...
Mataku tak sejernih dahulu, tak mampu seperti dahulu
Yang selalu membacakan dongeng sebelum tidurmu...
Telingaku tak seperti dahulu
Yang bisa menjadi pendengar yang baik untukmu...

Tubuhku tak sekuat dahulu
Yang mampu menemani kau berjalan, menuntunmu ketempat yang kau inginkan.

Maafkan aku wahai anugerah yang Allah hadirkan dari rahimku
Bukan inginku menyusahkanmu,
Tapi masa yang membuat kekeuatanku kini melemah.

Jika suatu saat nanti tubuhku kaku dan terbalut kain putih
Mandikanlah aku dengan tanganmu
sentuhlah aku dengan kelembutan
Sholatilah aku dengan keikhlasan untaian do'amu

Dan saat itulah terakhirku untuk menyusahkanmu

Kecintaanku ... 
Tetaplah menjadi pelita untuk mereka disekelilingmu
Jadilah penolongku kelak di akhirat
Teruslah bersinar meski redup kerap singgah.

By. Rara

Sami'naa wa Atho'naa

03:05 69 Comments
Sami'naa wa Atho'naa

Semua hilang bak dilahap ombak...
Semua layu tak lagi bersemi...
Semua lenyap, lenyap ditelan sejarah...

Kini, harapan tinggal-lah harapan...
Mimpilah yang kian melabuhi...

Saat hati tak lagi mekar
Kepada siapakah ku adu-kan melainkan pada-Mu?
Saat pengisi raga ini hilang bersama masa
Kepada siapa ku-adukan melainkan kepada-Mu?

Ilahii Robbii...
Sami'naa wa atho'naa...
Semua kehendakMu, Semua mauMu
Kau Maha Menakdirkan...

Bersama sunyinya malam, ku sampaikan segala keluhku...
Bersama bulan kulalui malam dihadapanMu

Biarlah sajadah ini menjadi saksi cinta yang dahulu pernah singgah...
Biarlah sajadah ini menjadi tempat perpaduan kala itu...

Tetapi...
Sajadah ini jua menjadi singgahan istikhroh...
Dan jua menjadi saksi berakhirnya kasih dua insan dalam kediaman...

Kau yang memiliki cinta
Kau menakdirkan apa yang terbaik untuk hambaMu
Tak perlu ku mengkhawatiri segala hak mutlak yang Kau tentukan
Ikhtiar dalam tuntunan akan tetap ku jalankan

By. Rara

Hidup Matiku Bersama Al-Qur'an

16:30 17 Comments

Ku lihat disudut atas lemari kayu
Terdapat kumpulan kertas yang usang
Nampak diselimuti abu
Warnanya pun sudah menguning

Perlahan aku menghampiri
Ku amati lalu ku dekati
Ku sentuh dengan jari jemari

Seketika air mata menetesi pipiku
Seketika itu jua aku mendekap erat kertas usang tersebut
Aku menangis ... Aku menyesal ...

Air mataku tak mampu ku bendung
Aku terisak, hanyut dalam penyesalan

Allahu Robbii ...
Kemanakah aku selama ini?
Apa yang sudah aku perbuat selama ini?
Andai Al-qur'an ini mampu berucap
Mungkin ia akan menangis, menjerit dan memanggilku untuk menghapirinya

Rabbanaa ... Ighfirlii ...
Ampuni aku, yang membiarkan kitabku menjadi usang
Yang membiarkan kitabku menyendiri dan tak ku hampiri

Kini aku bersujud memohon ampun kepada-Mu
Bismillahi ... Akan ku mulai hidupu bersama Al-qur'an
Ku letakkan Al-qur'an dalam hatiku

Tak ku biarkan ia lepas dari dekapan hatiku
Ku ingin ia terus menemaniku hingga didalam liang lahatku.

By. Rara

Malaikat tak Bersayap

21:43 43 Comments
Malaikat Tak Bersayap

Malaikat tak bersayap
Sayapmu tak nampak secara dzhohir, namun mata hatiku mampu melihatnya
Bentangan sayapmu tak mampu kusentuh, namun qolbuku mampu memeluknya

Bunda ... Malaikatku ...
Sosokmu diselimuti sinar ketulusan
Ragamu berseri dengan keikhlasan
Kasihmu layaknya kapas yang sangat lembut
Perangaimu bak sutera yang menawan

Senandung kasih yang kau beri
Senandung cinta yang kau dendangkan
Membuatku tak mampu menggores sebesar apa kebesaran hatimu

Bunda ...
Ku letakkan namamu didalam sujud akhirku
Ku dekap engkau dalam untaian do'a di kesunyian malam
Semoga engkau selalu berada dalam naungan-Nya. 

By. Rara

Pahlawan Negeriku

00:28 51 Comments
Pahlawan Negeriku

Kutatap mentari menutup diri di senja hari
Membuat senjaku terasa semakin hening
Keheningan menghanyutkanku dalam renungan sejarah
Seketika gendang telingaku mendengar sorai pemuda
Merdeka ... Merdeka ....

Para insan yang mengorbankan diri demi kemerdekaan negeri
Demi nusa, ia rela jasamaninya menumpahkan darah
Demi negeri, ia rela raganya hilang di medan perang

Berbekal bambu runcing,
Semangat juangnya sangat menggebu
Meski dengan kaki yang tak beralas,
Pakaian yang lesuh
Tak memadamkan semangat juang para pahlawan negeriku
Hingga akhirnya sang merah putih berkibar dengan gagahnya

Terima kasih para pahlawan negeriku
Para insan yang telah diutus untuk membawa negeri kepada kemerdekaan
Terima kasih para pahlawan negeriku
Pakaian lesuh dengan tinta darahmu menjadi saksi sejarah tak terlupakan

By. Rara

Ar-Rahman

05:24 31 Comments
Ar-Rahman

Fajarku menemani damai hatiku
Sang surya diufuk sedang bersiap untuk menatapku
Indahnya nuansa pagiku

Desis angin membisikanku dengan syahdu
Desir pasir nan putih memenuhi ruang mataku
segereombol ombak menari-nari dengan gemulainya
Dedaun hijau berpadu mesra dengan rantingnya

Mata indahku seketika tak mampu berpaling
Bibir indahku tak mampu untuk mengurai
Sentak aku terdiam dalam tatapan syukur
Menatap indah segala kebersamaanNya

Duhai Sang Pemberi
Begitu elok segala pemberianMu
Jemariku tak mampu menggoreskan sebesar apa kebesaranmu

Maha Besar Engkau
Nikmat manalagikah yang ku dustai

by. Rara