Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Peranan Akhlaq Dalam Dunia Pendidikan

11:34 6 Comments


Peranan Akhlaq Dalam Dunia Pendidikan


Akhlaq atau biasa kita sebut budi pekerti adalah satu aspek yang sangat penting dalam dunia pendidikan, dimana keberhasilan seorang pelajar bias juga diliat dari akhlaq kesehariannya ketika dirumah, dilingkungan masyarakat ataupun di sekolah. 

Tanpa dibekali pendidikan akhlaq, maka keberkahan dari ilmu yang telah didapat akan berkurang nilainya, tak heran banyak adik-adik kita yang pintar dalam semua mata pelajaran tapi kelakuan dirumah masih suka membantah perintah orang tua, di sekolah juga taka da sedikitpun rasa hormat kepada gurunya. 

Hampir setiap hari dibeberapa media informasi, selalu ada tindak criminal yang dilakukan sebagian pelajar, mulai dari tawuran, pertikaian antar teman, bahkan hingga menghilangkan nyawanya, sungguh sangat miris ketika saya melihat kejadian-kejadian yang tidak selayaknya mereka lakukan di usia mereka. 

Fenomena ini bukan hanya terjangkit dikalangan pelajar menengah pertama dan menengah atas, yang demikian itu juga sudah menjalar ke tingkat sekolah dasar, beberapa hari yang lalu diberitakan siswa sekolah dasar telah menganiaya temannya sendiri hingga berhari-hari, na’dzubillah min dzalik. 

Lantas, apa sebab dari semua itu, kenapa mereka berbuat yang tidak sepatutnya dilakukan, mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus di selamatkan dan dididik dengan pendidikan akhlaq yang baik.
Tentu ini semua tidak luput dari peran kedua orang tua dan guru di sekolah serta lingkungan yang mendukung. Tiga unsur tersebut sangat penting untuk menunjang pendidikan mereka. 

Akhalq yang baik bukan di lihat dari seberapa besar nilah ujian yang didapat, tapi bagaimana ia berperilaku kepada sesame teman, guru, masyarakat dan orang tua. Seyogyanya, sebagai orang tua harus menanamkan akhlaq yang baik sejak usia dini, karena anak itu lebih banyak waktunya dirumah. Hanya saja yang sering kita ketahui anak selalu di telantarkan oleh orang tuanya, bahkan untuk sekedar mengantar dan jemput pun kadang dititipkan kepada pembantunya atau mungkin kepada kakek-neneknya, padahal anak akan lebih merasa nyaman ketika diantar langsung sama bapak atau ibunya. 

Tak heran banyak anak yang lebih nurut sama pembantu ketimbang orang tua, karena setiap harinya tak pernah memerhatikan tumbuh kembang anaknya. Jangan sampai sang anak menjawab “aku anaknya bibi ijah” sang anak bias jadi menjawab dengan jawaban yang serupa ketika ditanya disekolah karena setiap hari yang ngurus adalah pembantunya, mau ditaru dimana muka kita sebagai orang tua, harta sebanyak apapun tak aka nada nilainya ketika selaku orang tua menyaksikan keberhasilan anaknya. 

Oleh karena itu, dimanapun anak kita sekolah jangan tinggalkan untuk menanamkan akhlaq sedari usia dini, , setinggi apapun gelar yang diraih ,segudang ilmu yang tersimpan tanpa adanya akhlaq yang baik, tidak akan pernah manfaat dan berkah ilmu yang sudah diperoleh. 

“Belajarlah dulu akhlaq baru belajar yang pelajaran yang lainnya”

Yang Terlupakan Dalam Dunia Pendidikan

10:53 5 Comments
Yang Terlupakan Dalam Dunia Pendidikan

Pendidikan adalah Investasi Jangka Panjang. siapapun orangnya pasti ingin mendapatkan pendidikan yang tinggi dan layak, meskipun harus mengeluarkan biaya yang banyak, karena sejauh ini orang yang berpendidikan tinggi akan menuai hasil serta kehidupan yang mapan.Tapi tidak menutup kemungkinan orang berpendidikan rendah hidupnya juga rendah, karena keberhasilan tidak melihat dari tingkat pendidikan, melainkan dari usaha dan proses menuju keberhasil tersebut.

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan nasehat dari guru saya tentang dunia pendidikan, dan itu membuat saya terenyuh, nasehat yang singkat tapi sangat dalam maknannya, berikut nasehat singkat dari guru saya terkait dunia pendidikan :

"Dunia pendidikan sekarang hanya bisa mengajarkan para siswanya berpakaian rapih, setelah itu mereka diajarkan untuk bertutur kata yang lantang dan tegas. Akan tetapi, dunia pendidikan sekarang tidak bisa mengajarkan para siswanya untuk menangis (mengingat Allah)"

Dari nasehat singkat itu, saya sadar betapa pentingnya berpakaian rapih, bertutur kata yang lantang dan tegas, karena ini sangat baik dan berguna untuk masa depan siswa, tapi mengingat Allah pun jangan sampai terlewatkan, agar hubungan antara makhluq dengan Sang Pencipta semakin dekat.

Kita liat orang-orang di sekitar, dengan mudah dan ringan sekali berbuat kejelekan, itu adalah sebab hubungan dengan Allah sangatlah jauh, sehingga ringan sekali sekan tanpa beban hidup ketika akan berbuat kejelekan, bertingkah yang tidak etis, perkataan-perkataan yang tidak pantas terucap dari lidah seorang yang beriman.

Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk jalan yang di Ridhoi, serta pelundungan untuk kita semua. Aamiin ... Allahumma Aamiin ...

Jarkoni

05:51 60 Comments
Jarkoni

Jarkoni adalah istilah orang jawa biasa yang berarti iso ngujar tapi ra iso ngelakoni (bisa ngajar / ngucap tapi nggak bisa melakukan). Istilah ini biasa digunakan orang jawa ketika ada seorang guru yang hanya bisa ngomong saja, hanya bisa mengajak orang lain, tapi sendirinya nggak bisa dan nggak pernah melakukan. (Baca : Murid Hamil Guru Cuek )

Sikap seperti ini sangat tidak pantas dimiliki, apalagi buat yang berprofesi menjadi seorang guru, karena ketika ada guru yang berbuat demikian pada hakikatnya membuat dirinya tidak akan dihargai lagi oleh peserta didik/audience ketika sedang menyampaikan sesuatu.

Bahkan Allah sangat melarang keras perbuatan yang demikian, dalam Alqur'an surat As-shaaf ayat ke-3 di sebutkan :

Jarkoni

Masyarakat sekarang itu sudah pandai menilai orang, apalagi ketika ada seorang penceramah yang selalu memberikan tausiah agama, tapi sendirinya juga bertolak belakang dengan apa yang ia sampaikan, apakah mungkin masyarakat akan mengikutnya?

Bukan hanya itu, dalam mendidik anak pun harus demikian, ketika orang tua atau guru mengajarkan sesuatu akan mudah di serap oleh anak manakala ajakan tersebut langsung dipraktekan oleh orang tua/gurunya, karena anak-anak sekarang lebih suka ke arah visual.

Jarkoni

"Menyuruh atau mengatakan disertai perbuatan itu lebih baik dari pada hanya sekedar ucapan saja"
Sekian
Semoga Bermanfaat

12 Metode Pembelajaran Dalam Mendidik Peserta Didik

06:38 13 Comments
12 Metode Pembelajan Dalam Mendidik Peserta Didik
 image: i.ytimg.com

Dalam menyampaikan materi kepada peserta didik agar apa yang disampaikan oleh tenaga pendidik adalah dengan menggunakan metode-metode yang baik dan benar, yang perlu diperhatikan oleh tenaga pendidik adalah menggunakan metode yang sesuai dengan karakteristik peserta didik secara keseluruhan, karena metode pengajaran adalah salah satu faktor penting tercapainya tujuan dari pengajaran. (baca : Pentingnya Metode Pembelajaran untuk Tenaga Pendidik )

Berikut 10 metode pembelajaran yang bisa digunakan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) :

1
Metode Ceramah
7
Metode Punishment
2
Metode Diskusi
8
Metode Sorogan
3
MetodeTanya Jawab
9
Metode Bandongan
4
Metode Cerita
10
Metode Mudzakaroh
5
Metode Reward
11
Metode Keteladanan
6
Metode Praktek
12
Metode Ibroh

Silahkan Anda pilih beberapa metode yang sudah admin sebutkan, yang sesuai dengan kondisi peserta didiknya, masih banyak metode-metode yang lain yang tidak saya sebutkan, tinggal kembangkan sesuai dengan perkembangan peserta didik juga, itulah kenapa tenaga pendidik dituntut harus kreatif, inisiatif serta inovatif, tidak lain adalah untuk keberhasilan dalam penyampaian materi.

Guru yang kreatif akan selalu menemukan cara / metode yang tepat jika metode yang telah digunakannya kurang efektif.

So, didiklah anak-anak sesuai dengan perkembangan zaman
Sekian
Semoga Bermanfaat

Investasi Jangka Panjang

00:36 26 Comments
Investasi Jangka Panjang
facebook.com

Investasi Jangka Panjang. Investasi adalah penanaman uang, saham atau modal pada perusahaan, proyek atau instansi lainnya untuk mendapatkan keuntungan. Menurut James C Van Horn "investasi adalah kegiatan yang dilangsungkan dengan memanfaatkan kas pada masa sekarang, dengan tujuan untuk mengasilkan barang di masa akan datang". Biasa sering kita jumpai ketika dalam acara seminar-seminar disitu pasti ada investor, yang ingin menggunakan uangnya untuk membuka usaha, tapi orang lain / perusahaan lain yang akan menjalaninya, jadi si investor tinggal terima hasil. (baca : Pentingnya Metode Pembelajaran Untuk Tenaga Pendidik )

Selain tentang penanaman modal atau saham yang kita ketahui, investasi jangka panjang juga bisa kiya terapkan dalam pendidikan. Kenapa harus pendidikan?.

Anda pernah dengar bukan pernyataan orang tua dulu "Banyak anak banyak rizki", nah, ungkapan ini kalau kita kaitkan dengan investasi sudah sangat tepat, terlebih jika anak dididik dengan didikan yang baik dan mendapat pendidikan yang layak hingga perguruan tinggi, hingga si anak menjadi seseorang yang diimpikannya, tarulah jadi presiden (upss... tinggi banget yah ,,, hehe). Nah, kalau sudah begitu insya Allah semua pengeluaran yang sudah di keluarkan untuk biaya selama mengenyam pendidikan, pasti akan ada feedbacknya.

Bukankah Allah akan mengankat derajat sesorang yang beriman dan berilmu?, nah, inilah kenapa pendikakan sebagai investasi jangka panjang, karena orang yang berilmu dan beriman hidupnya tidak akan di sia-siakan oleh Allah.

So, buat Anda yang sudah mempunya buah hati, didiklah buah hati dengan didikan yang baik dan benar, hingga benar-benar menjadi orang yang seutuhnya, tidak perlu khawatir untuk mengeluakan biaya selagi mampu, karena kelak akan ada feedbacknya, setiap usaha dan niatan baik saya yakin akan membuahkan hasil yang baik pula.

Sekian
Semoga Bermanfaat

Pentingnya Metode Pembelajaran Untuk Tenaga Pendidik

09:11 23 Comments
Pentingnya Metode Pembelajaran Untuk Tenaga Pendidik

Pentingnya Metode Pembelajaran Untuk Tenaga Pendidik. Kegiatan belajar mengajar akan berjalan dengan efektif adalah ketika dalam satu ruangan tersebut ada komunikasi antara yang di didik dan tenaga pendidik, agar suasana ruangan menjadi hidup. Lantas, seberapa pentingkah seorang tenaga pendidik untuk mengetahui metode apa yang harus digunakan?

Selain harus adanya silabus dan RPP, seorang tenaga pendidik juga harus menggunakan metode pembelajaran yang inovatif agar peserta didiknya tidak merasakan kejenuhan. Tenaga pendidik sejatinya dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memilih dan menggunakan metode pembelajaran sesuai dengan jenjang peserta didiknya.

Mirisnya, di negeri kita yang tercinta ini masih banyak tenaga pendidik yang tidak memperhatikan metode pembelajaran, asal masuk, materi sudah disampaikan, keluar usai jam belajar habis dan tidak tahu prosentasi keberhasilannya ketika menyampaikan materi, dan yang penting awal bulan terima honor.

So, bagimana pendidikan indonesia ini akan maju, jika masih ada model tenaga pendidik yang seperti itu.

Jadilah seorang tenaga pendidik yang kreatif, inisiatif serta inovatif.