Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Tukar Uang Di Bank

07:27 53 Comments
source image: mitrainvestor.com

Hay, kawan ,,,
Sekarang kita sudah masuk bulan nopember nih, serasa cepat yah, sebulan lagi akan memasuki tahun 2015. Oya ... Awal bulan sudah pada gajian donk ,,, Jangan boros-boros yah kalau sudah pegang uang, bila perlu digembok uangnya biar gak gampang keluar. hehe Baca Tips Mengurangi Budget

Ada sedikit kisah tentang pertama kalinya OB (Office Boy) masuk bank. Di sebuah perusahaan swasta ada seorang OB namanya Udin. Ia memang belum pernah bekerja di perkotaan. Untuk masuk mall saja bisa dibilang nggak pernah, apalagi masuk bank.

Sytem pembagian gaji dikantor tempat udin bekerja masih secara cash, jadi mau nggak mau haru ada uang recehan untuk persiapan gaji karyawan.

Bagian Keuangan : Din, minta tolong ya, tukarkan uang kecil di bank terdekat, atau bisa juga di SPBU.
Udin : Baik pak,,, Siap laksanakan!!!

Udin memilih ke bank karena jaraknya lebih dekat dari pada ke SPBU. 

*Di Bank

Satpam : Maaf mas, ada yang bisa saya bantu ???
Udin : Ada pak, saya mau nukar uang kecil bisa gak yah ?
Satpam : Oh, bisa mas, silahkan kedepan saja yah ..
Udin : Baik, terima kasih pak.
Satpam : Sama-sama.

Dengan polos dan gagahnya Udin langsung kedepan menemui Teller yang cantik-cantik(ups....^.^). Udin belum nggak lihat nasabah-nasabah lainnya yang masih mengular di jalur antrian, dan nggk berasa kalau sedang di perhatikan. Eh ... Si udin asal nyelonong aja. Hehe.

Teller : Maaf , Mas nggak lihat antrian yang segitu panjangnya ? silahkan antri dulu ya ...
Udin : Eh .... Jlebbbbbb .... antri dulu yah bu, maaf maaf bu, tadi kata pak satpam suruh langsung kedepan jadi saya langsung kedepan deh, hehehe. (tengsin,,,tengsin,,,tengsin,,,) hahahaha

Hadap kanan grakkkkk...... !!! Baru deh udin sadar, pas balik badan pandangan para nasabah tertuju padanya, dari sorotan matanya seolah ingin mengatakan "Eh ... ya dasar bocah, maen serobot aja kaya kereta api, kita aja masih berdiri disini". ^_^.

*Di kantor
Usai kembali dikantor, udin menceritakan kejadian di bank, Pak saya kapok deh,, malu tadi saya di bank, banyak yang antri eh, saya langsung kedepan saja "kata Udin". hehehehehe, gitu yah,, gak usah kapok kan bisa buat pengalaman ^_^"Jawab bagian keungannya".

KalauAda pengalaman menarik ? ketika pertama kali anda masuk bank ??? hehe

Nggak Enak

21:50 27 Comments

Nggak Enak ah ,,, simple dan mudah di ucapkan tapi sangat berpengaruh besar. Ada satu kisah terkait apa yang sudah saya tulis diawal. 

Dalam kisah ini ada seorang anak yang baru lulus dari study di SMK ia mengambil jurusan otomotif, Namanya Otong. Kegalauan dan kereseahan siswa adalah mau kemana setelah lulus? Kuliah gak ada biaya, kerja susah karena gak punya skill "kata otong". Otong mengaku dan menyesal semasa sekolah ia tak sungguh dalam mencerna apa yang guru sampikan.

Kini tinggalah saatnya si otong kebingungan dan galau, dengan kondisinya saat. Kedua orang tua sudah berpisah dan bapaknya pun sedang dalam kondisi kurang fit.

Tak lama kabar baik otong terima dari saudaranya, yaitu ada lowongan pekerjaan dijakarta. Mengingat dan telah mempertimbangkan otong langsung mengiyakan kabar gembira tersebut, padahal sendirinya pun belum tahu apa lowongan kerja tersebut. Dengan sisa uang yang serba pas-pas'an otong berpamitan kepada bapaknya, dan langkahnya mulai terarah dalam gelapnya malam untuk menembus sampai kota tujuan.

Sesampai dijakarta, ternyata pekerjaan itu adalah seorang Office Boy disebuah perusahaan swasta. Namun karena otong seorang yang rajin beribadah, ia menerima pekerjaan tersebut dengan hati yang lapang. Tak apa saya menjadi Office Boy, asal uang yang saya dapat HALAL"gumam otong"

Rupanya hari pertama otong kerja sudah mulai di bully sama karyawan senior, namanya Oting. Saat itu Otong disruh Bos nya untuk dibuatkan Kopi dan Teh. Karena otong karyawan baru mau nggak mau harus tanya sama si Oting (seniornya disitu)

Otong : Ting, Bos minta di bikinin kopi dan teh nih, Kopi dan Teh nya dimana yah?
Oting : Oh, Teh, Gula Kopi ada dilantai 2, tapi kopinya habis Tong, Kamu bilang saja sama bos.
Otong : Okeh,,, Ting ,,,

Otong : Bos, kata oting kopinya habis..
Bos : Oh, Ya sudah nih beli saja, sekalian beli rokok yah, Tong ..
Otong : Baik, Bos !!!

Sebelum otong keluar membeli kopi di toko terdekat, Oting lebih dulu memanggilnya, 
Oting : Tong, gak usah beli kopi dulu, saya masih punya tuh kopi, kamu beli saja rokoknya.
Otong : Siap, Ting ,,,

Usai otong membeli rokok, oting kembali mencegatnya,,
Tong, sini biat saya saja yang kasihkan kembalian dan rokoknya sama bos, kamu tinggal bikinin saja kopi dan tehnya "kata oting". Loh, kan yang disuruh aku, nanti nggak enak sama bos, kalau nggak ada laporannya"sahut Otong". Sudah, amu buatkan saja kopinya, sudah lama itu bos nungguin. "kata oting".

Mengingat Oting masih karyawan baru, jadi apa yang oting katakan selalu saja nurut, padahal dalam hatinya merasa tidak enak dengan bos karena nggak laoran. Satu sisi otong nggak enak mau nolak perintah oting apalgi dengan statusnya masih karyawan baru. Sisi lain Oting nggak berani ngomong sama bos nya. 

Nah, apa yang dapat anda simpulkan?? adakah hikmah yang anda dapat dari seklumit kisah diatas?? Tunjujukan komentarmu.. ^_^.

Pupusnya Harapan

21:00 Add Comment

Hembusan angin menerpa seluruh makhluq hidup yang ada di alam semesta. Lelah, letih, lesu seketika hilang kala malam hari mulai menyapanya, setelah sehari penuh beraktifitas. Ada yang memanfaatkannya bersama keluarga tercinta, ada juga yang bersantai ria bersama teman-teman terdekatnya, ada juga yang melewatkannya tuk memejamkan kedua mata sampai suara-suara indah nan merdu terngiang dalam sunyinya malam. Berbagai cara dilakukakan tuk menyambut keesokan harinya.

Muridah & Lapar

12:23 2 Comments
give away haul abah





Ini malam ketiga Muridah tidur dengan menahan lilitan di perut. Lapar. Tadi siang dia memang makan. Tapi cuma sedikit, itupun "ndompleng" dengan farida. Dan nasi yang cuma satu bungkus dimakan berdua, itu tak sanggup mengganjal perutnya hingga malam hari. Sebenarnya bisa saja ia meminjam supermi Farida ataupun Sari. Karena mereka tak pernah telat dengan kiriman satu kardus mie instant itu. Tapi ia malu, hutangnya sudah terlalu banyak. Bisa-bisa kalau bapak datang membawa jatah akan habis seketika hanya untuk menutup hutang.